Minggu, 28 September 2014



Kepala Janin Belum Masuk Panggul



Menurut Manuaba Pada Primigravida (Hamil Pertama) kepala janin sudah turun dan masuk pintu atas panggul (PAP) pada minggu ke 36. Hal ini disebabkan oleh menencangnya otot dinding perut ibu hamil, tarikan kuat ligamentum ang menyangga rahim, bentuk kepala janin sesuai dengan pintu atas panggul, gaya berat kepala janin dan terjadinya kontraksi braxton hicks.
Pada multigravida (lebih dari sekali hamil) kepala janin masuk panggul saat menjelang persalinan (Memahami Kesehatan Reprodusi Wanita Ed 2, 2009)

Bagaimana jika pada primigravida (hamil pertama) janin belum masuk ke rongga panggul, padahal usia kehamilan ibu sudah 36 minggu??
Sebenernya terserah pada janin atau bayi Bunda kapan kepala nya akan masuk kedalam panggul. Ada yang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dan ini tidak berarti bahwa jika kepala janin Bunda tidak masuk panggul sebelum persalinan dimulai, berarti ada masalah. Bisa jadi, kepala janin baru masuk panggul ketika persalinan dimulai, dengan kontraksi yang membantu membawa kepala janin turun ke bawah panggul secara perlahan. Janin Bunda tahu kapan waktu yang tepat baginya untuk menurunkan kepalanya – jadi percayai tubuh Bunda dan janin Bunda. Karena pada dasarnya tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk dapat melahirkan secara normal alami.

Perbanyak informasi dan lakukan pemeriksaan. Memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter spesialis kandungan merupakan tindakan pertama yang harus dilakukan. Karena ada beberapa faktor yang memicu kenapa kepala bayi Bunda belum memasuki rongga panggul di antaranya adalah:
-            kepala bayi yang terlalu besar dari panggul Ibu
-            berat bayi yang melebihi 4 kilogram
-            rongga panggul Ibu sempit
-            bayi terlilit tali plasenta atau tumor yang menutupi rongga panggul Ibu
-            Plasenta previa yang menutupi jalan lahir, dll

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan yang dikenal dengan pengukuran panggul atau palvimetri untuk mengetahui apakah janin dapat masuk ke rongga panggul atau tidak dengan cara pemeriksaan dalam. Dokter akan memasukkan dua jarinya (telunjuk dan tengah) ke jalan lahir untuk mengukur diameter dan luas pintu panggul. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan menilai ukuran panggul bunda. Dokter juga dapat mengetahui seberapa jauh kepala atau bagian tubuh janin berada dalam rongga panggul sebelum persalinan dengan menggunakan pemeriksaan dalam. Dokter dapat menentukan apakah panggul ibu termasuk sempit atau normal.
Bila sudah dipastikan panggul ibu tidak sempit dan taksiran berat janin tidak besar, tetapi memasuki minggu ke-36 kepala janin belum juga memasuki rongga panggul, maka kesempatan melahirkan normal masih bisa diupayakan
Jika bunda tidak memiliki penyulit seperti di atas maka bunda dapat melakukan:
1.       Posisi Sujud : Sujud, layaknya orang shalat, akan memudahkan janin untuk berputar karena posisi bokong Ibu akan lebih besar  sehingga memudahkan bayi Bunda untuk turun ke panggul.  Lakukan minimal 2 kali sehari selama 10-15 menit.  Posisi sujud ini memang sedikit tidak nyaman dilakukan saat hamil besar, tapi sangat aman dilakukan.  Jika Bunda merasa kurang nyaman bersujud lama-lama, Bunda bisa memperpendek durasi bersujud.
2.       Sikap badan berdiri tegak dan jongkok. Berdiri dengan berpegangan pada sbundaran tempat tidur atau kursi dan jongkok.
Tujuan latihan:
      Dengan jongkok selama beberapa waktu diharapkan tulang panggul melengkung, sehingga rahim tertekan.
      Sekat rongga badan menekan rahim sehingga kepala janin dapat masuk pintau atas panggul.
Bentuk latihan:
Lakukan berdiri dan jongkok, tahan beberapa saat sehingga tekanan pada rahim mencapai maksimal untuk memasukkan kepala janin ke pintau atas panggul.
Atau
Membersihkan lantai dengan tangan sambil bergerak sehingga tekanan sekat rongga badan dan tulang belakang menyebabkan masuknya kepala janin kedalam pintu atas panggul.
3.       Beberapa gerakan yoga dan senam hamil juga dapat membantu ibu mengarahkan kepala janin masuk ke rongga panggul. Namun, sebaiknya latihan dilakukan di bawah bimbingan instruktur yang berpengalaman. Selain itu, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter.
4.       Berjalan kaki 20-30 menit perhari
5.       Berenang (gaya dada atau apa pun yang mana posisi perut ibu di bawah/telungkup), naik turun tangga, goyang inul/perlvic rocking, belly dance, hypnobirthing, dan masih banyak cara lain untuk mengupayakan hal ini seperti akupunktur atau chiropraktic.
6.       Hindari duduk terlalu lama karena dapat menghambat janin mencapai posisi dengan kepala di bawah dan masuk ke rongga panggul. Hindari pula duduk dengan mengangkat kaki. Duduk sambil mengangkat kaki menyebabkan posisi panggul lebih tinggi daripada perut. Ini juga dapat menghambat kepala janin masuk ke dalam rongga panggul.
7.       Komunikasi dengan Janin : Ajaklah janin Bunda berbicara.  Indra pendengaran janin sudah berfungsi sejak usia kehamilan 24 minggu. Bisikkan kalimat-kalimat positif untuk janin Bunda. Misalnya “Anak  bunda yang pintar, ayo sayang masuk rongga panggul Bunda ”.
8.       Banyak berdo’a


5 komentar:

  1. .hamil anak pertama usia kandungan sudah memasuki 32 minggu tp kata bidan janin blm masuk ke panggul.sedangkan wktu usia 7 bulan di usg posisi janin sudah mapan atau turun ke bawah.sedikit tkt sih kenapa janin belum jg masuk ke panggul

    BalasHapus
  2. Alasan kenapa primigravida lebih cepat penurunan kepala janin, sedangkan yg multigravida yang sudah pernah di lalui lama terjad penurunan kepala

    BalasHapus
  3. Teori manuaba tahun berapa ya ?

    BalasHapus